Tentang SKP Biak

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Karantina Pertanian adalah Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Biak dengan tugas pokok melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan (tanaman pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan). Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Biak memiliki beberapa wilayah kerja yang meliputi Pelabuhan Laut Biak, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Kantor Pos Biak, Kabupaten Nabire, Kabupaten Yapen, Kabupaten Waropen dan Supiori.

A. Sejarah Singkat

Pada awal tugas dan fungsi perkarantinaan dibumi Irian Jaya (Sekarang Papua) dilaksanakan oleh pemerintah daerah (Dinas Tananam Pangan, Perkebunan dan Peternakan). Pada tahun 1983 terjadi intergrasi dimana tugas dan fungsi karantina diserah terimakan dari Pejabat Gubernur Irian Jaya pada pemerintah pusat (Pusat Karantina Pertanian) di Jakarta. Berawal dari itu pula maka UPT Karantina Tumbuhan Biak bediri dengan nama Pos Karantina Tumbuhan sesuai SK Mentan Nomor 861/1980, serta menjadi Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Biak pada tahun 2002 sesuai SK Mentan Nomor 499 Tahun 2002. Dan pada Tahun 2008 terjadi integrasi antara Karantina Hewan dan Tumbuhan dimana Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Biak adalah satu dari 52 UPT Lingkup Badan Karantina Pertanian sesuai Permentan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Badan Karantina Pertanian.

B. Wilayah Kerja

Kab. Biak Numfor memiliki Wilayah dengan luas 2601,99 Km2, Sebelah utara berbatasan dengan samudera pasifik, Sebelah selatan Yapen, Timur Pasifik, serta sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Manokwari. Terdiri dari 19 Distrik. Dan sekitar 190 Desa/Kampung. Jumlah penduduk sekitar 160 ribu jiwa. Sangat kaya dengan berbagai jenis satwa seperti burung Nuri, Kakatua, Anggrek, berbagai jenis Ular dan lain-lain, Tanaman Unggulan yaitu kelapa. Memiliki Bandara bertaraf Internasional, Pelabuhan Laut yang Baik, Pelabuhan Feri, dan menjadi salah Pangkalan pertahanan udara Wilayah Timur Indonesia. Sarana dan Prasarana yang dimiliki SKP Biak yang ada di Biak sudah cukup representastif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yaitu Kantor Induk di Jl. Dr. Sam Ratulangi, Kantor Pelayanan di Jl. M.Yamin Biak, Laboratorium Karantina Hewan dan Tumbuhan, Rumah Jaga, Rumah Dinas, Kendaraan Operasional baik roda 4 dan roda 2 serta sarana lainnya.

Kab. Nabire  yang terletak dipunggung Pulau Papua dengan ibukota Nabire memiliki wilayah yang luas dan subur, merupakan pintu gerbang bagi kabupaten-kabupeten pemekaran baru, sehingga mobilitas barang dan orang sangat tinggi. Tanaman unggulan kakao, Jeruk, Salak, serta populasi hewan yang banyak seperti Sapi, Ayam, Anjing, dan lain-lain, selain itu tercatata memiliki populasi burung endemik sektar 294 Jenis, Pelabuhan Samabusa merupakan pelabuhan resmi yang frekwensi kedatangan Kapal Pelni dan Kapal Barang cukup tinggi di Papua. Sarana di Karantina Pertanian Wilker Nabire juga sudah cukup baik, Kantor di Jl. Samabusa, Laboratorium, Rumah jaga, Kendaraan Operasional roda 4 dan Roda 2. Kab.

Kepulauan Yapen dulunya bernama Kab.Serui juga seperti Kabupaten yang ada di Papua juga kaya akan sumbedaya alam yang harus dilindungi, seperti burung Cendrawasih, Nuri, Kayu Gaharu dll. Tanaman ungggulan Kakao. Sarana yang ada di Wilker Serui berupa Kantor, Rumah Jaga, Kendaraan dan alat lainnya.

C. Komoditi Hewan Dan Tumbuhan Yang Dominan Dilalulintaskan

Komoditi Hewan yaitu daging ayam, telur, DOC dari Surabaya, Makassar, daging sapi, tulang sapi dari Makassar dan Merauke. Untuk hewan hidup seperti sapi dari Kepulauan Ambon frekuensi 1 sampai dengan 2 kali pertahun.

Komoditi Tumbuhan Ekspor yaitu kayu lapis dengan negara tujuan USA, Korea, Taiwan. Eksportir  PT. Sinar Wijaya Plywood, sedangkan Domestik Masuk Karantina Tumbuhan berupa kol, kentang, wortel dari Bitung, bawang merah/putih, kacang-kacangan dari Makassar dan Surabaya, apel, jeruk, anggur, pir, mangga dari Makassar, Surabaya, Jakarta, Domestik Keluar kopra ke Surabaya.